Kamis, 04 Mei 2017 - 09:36:14 WIB
Kolut, Surga Baru di Teluk Bone-Sulawesi Tenggara
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Daerah - Dibaca: 1856 kali

KOLUT, nama yang mungkin asing di telinga publik Tanah Air. Nama ini sebenarnya singkatan dari sebuah wilayah otonom di Sulawesi Tenggara, yakni Kabupaten Kolaka Utara. Masih tak mengenal? Tidak apa-apa, tetapi kita tak mungkin lupa dari satu nama tokoh lagendaris yang tak pernah usang di ingatan orang-orang yang berdiam di Pulau Sulawesi bahkan se antero Nusantara. Dia adalah Kahar Muzakkar, seorang tokoh yang dikenal sebagai sosok pendiri DI/TII bagian dari kepemimpinan Kartosuwiryo di Pulau Jawa.

 


Dalam literatur kesejaharahan, Kahar Muzakkar dikenal sebagai pemberontak dalam sejarah kepemimpinan Presiden Soekarno, tetapi di mata orang-orang Sulawesi, khususnya di jazirah Sulawesi Selatan dan Tenggara, Kahar Muzakar adalah tokoh yang amat di idiolakan, dan selalu dikiaskan sebagai sosok ‘pahlawan besar’ bagi orang-orang Bugis, khususnya yang berdiam di Luwu Raya (Sulsel) dan Kolaka Utara (Kolut).

 


Sebegitu besarnya perhatian Orang Kolut terhadap sosok Kahar Muzakkar, kerap terdengar penolakan jika Kahar Muzakkar disebut telah meninggal dunia, apalagi tertembak mati oleh peluru Eli Sadeli, tentara dari pasukan Siliwangi. Bagi mereka, Kahar adalah manusia sesungguhnya. Pemberani, tokoh agama, manusia kebal, dan memiliki banyak pengikut. Dulu, orang-orang yang berdiam di Kolut terasa sangat berbangga jika disebut sebagai pengikut Kahar dibanding bagian dari Republik. Sebegitu cintanya orang Kolut terhadap sosok ini.

Mengapa Kolut atau Kolaka Utara? Wilayah inilah yang dalam tradisi lisan sebagai kawasan dan basis-basis perjuangan Kahar. Di era modern saat ini, Kabupaten Kolut dengan ibukotanya Lasusua, adalah wilayah yang terletak di ‘pangkal kaki’ Pulau Sulawesi, yang menjadi pembatas wilayah tiga propinsi, yakni Sulawesi-Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Pasnya, Kolut berhadapan langsung dengan Teluk Bone disebelah utara, dan merupakan wilayah pemekaran Kabupaten Kolaka di tahun 2004. Itulah kemudian yang melatar belakangi kabupaten ini dinamakan Kolaka Utara, atau lebih ‘sreg’ dengan singkatan trend-nya ‘Kolut’. Singkat, praktis, dan mudah di ingat.

Ornamen-ornamden perkotaan yang mempercantik pesisir pantai Lasusua (foto penulis)


Mengapa Kolut atau Kolaka Utara? Wilayah inilah yang dalam tradisi lisan sebagai kawasan dan basis-basis perjuangan Kahar. Di era modern saat ini, Kabupaten Kolut dengan ibukotanya Lasusua, adalah wilayah yang terletak di ‘pangkal kaki’ Pulau Sulawesi, yang menjadi pembatas wilayah tiga propinsi, yakni Sulawesi-Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Pasnya, Kolut berhadapan langsung dengan Teluk Bone disebelah utara, dan merupakan wilayah pemekaran Kabupaten Kolaka di tahun 2004. Itulah kemudian yang melatar belakangi kabupaten ini dinamakan Kolaka Utara, atau lebih ‘sreg’ dengan singkatan trend-nya ‘Kolut’. Singkat, praktis, dan mudah di ingat.


Lasusua, Venesia di malam hari

 

Usia kabupaten yang baru memasuki tahun ke-11, Kolut dengan ibukotanya Lasusua menjelma menjadi kota modern, yang justru menyaingi kota-kota tua lainnya di Sulawesi Tenggara, seperti Kota Kendari yang menjadi ibukota propinsi dan Kota Baubau di Pulau Buton. Kesuksesan itu muncul setelah tampil seorang pemimpin bertangan dingin yang menjadi bupati-nya, Rusda Mahmud. Tokoh yang belakangan ini disebut-sebut sebagai pemimpin tanpa pencitraan. Mengapa seperti itu? Rusda Mahmud dalam beberapa statemennya mengatakan, kepala daerah itu tugasnya bekerja, bukan sekedar bicara.

Rusda Mahmud bukanlah tokoh intelek dari kawasan itu, ia malah disebut sebut sebagai petualang yang gemar melintas daerah dari pulau Jawa hingga Timor Leste. Karakter membangunnya mungkin terbentuk dari arus perjalanan kehidupannya. Inilah yang kemudian dalam 7 tahun kepemimpinannya saat ini, Rusda menyulap Lasusua sebagai kota modern dengan infrastruktur berarsitek minimalis. Tak hanya itu, bentangan laut Teluk Bone yang menjadi wajah Kota Lasusua, mengingatkan banyak pengunjung ke kota ini menyebut Lasusua bak metropolitan di malam hari. Mungkin hiperbola, tetapi kenyataan memang menunjukkan demikian. Kota ini gemerlap di malam hari apalagi di sepanjang pantainya.mengingatkan kota Venesia di Italia. Menikmati kota ini dengan selusur pantai, sepoi angin, bentangan alam seperti lukisan gunung lembah dan pantai, serta riuh pengunjung café pantai, mengantar alam pikir kita pada film-film bertajuk percintaan. Begitu Romantis.

 

 


Tak heran, beberapa anak-anak muda di sana ikut menjadi kreatif dengan membuat film-film pendek bertema lokal, ajang pentas motor jadul, lomba pemotretan dengan setting keindahan alam Lasusua. Soal kuliner, jangan tanya lagi. Sore hingga malam hari, Anda begitu mudah menemukannya di sepanjang pantai Lasusua yang eksotis.

Bagaimana jika berminat berkunjung ke kota itu? Ibarat pepatah, banyak jalan menuju Roma, maka banyak jalan pula menuju kota Lasusua. Anda dari Kota Makassar (Sulsel) bisa bergerak menuju Kota Siwa di Kabupaten Wajo sekitar 4 jam perjalanan. Dari sana menyebrang melintasi Teluk Bone kurang lebih 30 menit dengan kapal fiber menuju Kota Lasusua.

Jalan pintas lainnya, Anda menggunakan pesawat dari Kota Makassar ke Bandara Pomalaa di Kab. Kolaka melintasi perjalanan darat dengan kendaraan roda empat atau dua kurang lebih 3 jam lamanya. Sementara jika Anda dari Kota Kendari menuju Lasusua dengan perjalanan darat pula sekitar 4-5 jam. Tak perlu ragu dengan waktu perjalanan sebab sepanjang itu mata Anda akan dimanjakan dengan panorama alam Sulawesi Tenggara yang mempesona.

Kolut memang dikenal sebagai kabupaten yang kaya di Sulawesi Tenggara, bahkan ketika Indonesia dilanda krisis moneter di tahun 1999, Kolut malah digelari sebagai daerah ‘Dollar’ di Indonesia. Itu karena hasil panen cengkeh dan kakao yang melimpah setiap tahunnya. Saat krisis melanda justru pengiriman jamaah haji terbesar di Indonesia, berasal dari daerah ini, bahkan di sana mobil-mobil mewah gampang dijumpai saat itu.
 
menikmati sarana offroad Kolut yang memancing adrenalin (foto penulis)
Masih dari kawasan pegunungan, kreatifitas remaja disana juga patut dibanggakan, sejumlah komunitas adventure juga hadir di sana, baik pengendara roda empat dan roda dua dengan melintasi rute menembus gunung dengan kemiringan jalan 45 derajat. Amat memancing adrenalin. Hampir setiap pekan ada saja komunitas yang melintasi penanjakan itu. Padahal dulu jalan-jalan itu hanya bisa dilintasi petani pejalan kaki dan penunggang kuda. Tetapi adrenalin Anda akan terjawab dengan keindahan alam Kolut ketika berada di kawasan puncak. Sebab panorama Kota Lasusua Malam hari begitu jelas tampak dari ketinggian.

Satu hal yang cukup unik di sana, di kawasan pegunungan yang anda temui saat melakukan offroad, terdapat dua kampung yang namanya sama persis dengan bangsa moro di Fhilipina, yakni kampung Moro. Begitu juga dengan terdapat nama desa bernama Majapahit. Tak ada satupun narasumber yang ditemui penulis bisa menjelsakan asal muasal kata ‘moro’ dan majapahit. Sebab penduduk di sana mayoritas bersuku Bugis dan Mekongga. Hanya segelitir manusia yang berasal dari Pulau Jawa.

 

Apresiasi buat Bupati Rusda Mahmud


Menceritakan keindahan Kolut dan ibukotanya Lasusua, menjadi tak adil rasanya jika tak memberikan apresiasi dan rasa hormat buat Bupati Kolut, Rusda Mahmud. Pemimpin sederhana, kreatif, tetapi dinilai tegas dalam mengambil keputusan dalam membangun wilayahnya. Perbincangan penulis dengan Bupati, ia bukanlah tipe kepala daerah yang birokratis, bahkan kurang respon dengan pencitraan.”terasa malu di ekspos, nanti disebut pencitraan lagi. Lebih baik bangun Kolut dengan mengandalkan potensi kekuatan local. Saya akui daerah ini kurang publikasi. Bagi saya jauh lebih penting membangun apa yang dibutuhkan rakyat Kolut, ketimbang publikasi berlebihan sementara minim karya,” katanya datar.

Duh…begitu nikmat menuliskan perjalanan ke daerah ini..dan tak ada cerita panjang lagi, kecuali dengan kalimat, berkunjunglah ke Kolut, jangan hanya mendengarnya dari cerita-cerita. Kata Bupati Rusda Mahmud…”Jatuh cinta datangnya dari mata turun ke hati..bukan dari telinga turun ke hati…”hehehehe…terasa sangat filosofis, dan tentu terasa membanggakan jika bertemu pemimpin-pemimpin sekelas Pak Rusda Mahmud, yang selalu bekerja untuk rakyatnya, tanpa tepuk riuh. Patut ditiru pemimpin daerah lainnya di Indonesia…(**)

Sumber: Kompasiana




433 Komentar :

cucisofa
24 September 2017 - 09:16:57 WIB

Mantap kali web anda pak... Saya terkesima lho
explorewisata
05 Oktober 2017 - 12:06:40 WIB

Hello, i think that i saw you visited my weblog thus i came to “return the
favor”.I'm attempting to find things to enhance my
website!I suppose its ok to use some of your ideas!!
Review Gadget
06 Oktober 2017 - 22:53:58 WIB

Magnificent beat ! I would like to apprentice while you amend your website, how can i subscribe for a blog site?
The account helped me a acceptable deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast
provided bright clear idea
Review Aplikasi Android
06 Oktober 2017 - 23:49:03 WIB

First of all I want to say awesome blog! I had a quick question that I'd like to ask if you don't mind.
I was interested to know how you center yourself and clear
your head before writing. I have had trouble clearing my mind
in getting my ideas out there. I truly do enjoy writing but it just seems like the
first 10 to 15 minutes are generally wasted just trying to figure out how to begin. Any ideas or
hints? Thank you!
rumah dikontrakkan
06 Oktober 2017 - 23:50:03 WIB

Hi! Do you use Twitter? I'd like to follow you if that
would be okay. I'm undoubtedly enjoying your blog and look
forward to new updates.
program akuntansi
07 Oktober 2017 - 00:07:29 WIB

Greetings! Very useful advice in this particular article!
It's the little changes that produce the largest changes. Thanks a lot for
sharing!
Sharp mx-2610n Driver
07 Oktober 2017 - 03:42:03 WIB

I know this if off topic but I'm looking into starting my own weblog and was wondering what all is needed to get set up?
I'm assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?

I'm not very web savvy so I'm not 100% certain. Any tips or advice
would be greatly appreciated. Kudos
infophotographytips.com
07 Oktober 2017 - 06:05:14 WIB

This article will assist the internet viewers for creating new website
or even a blog from start to end.
http://poker328.com
07 Oktober 2017 - 06:07:47 WIB

Fastidious respond in return of this difficulty with genuine arguments
and telling all regarding that.
newcarsmodel
07 Oktober 2017 - 06:09:58 WIB

My partner and I stumbled over here from a different web page and thought I may as
well check things out. I like what I see so i am just following
you. Look forward to finding out about your
web page repeatedly.
<< First | < Prev | 1 | 2 | 3 | ... | 44 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)